
LABUAN BAJO, TIMEXKUPANG.FAJAR.CO.ID - Penguatan
sinergi dan kolaborasi dalam membangun ekosistem industri MICE
(Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions) nasional menjadi
fokus utama dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Perusahaan
Pameran Indonesia (ASPERAPI) Tahun 2026 yang berlangsung di Golo Mori
Convention Center, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, pada 10 – 12
April 2026.
Mewakili Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Plt. Direktur Utama
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Andhy MT Marpaung
hadir memberikan sambutan dan membuka secara resmi kegiatan tersebut.
Rakernas ini menjadi momentum strategis bagi para pelaku industri
pameran dan MICE dari berbagai daerah di Indonesia untuk merumuskan arah
kebijakan, program kerja, serta strategi bersama dalam meningkatkan
daya saing pariwisata nasional di tingkat global.
“Kami sangat mengapresiasi peran ASPERAPI sebagai pilar utama dalam
kemajuan industri MICE di Indonesia. Kita hadir di sini untuk
bersama-sama menentukan arah industri pameran dan MICE ke depan, serta
upaya meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. Ke depan,
pariwisata tidak hanya berbicara tentang jumlah kunjungan, tetapi juga
kualitas pengalaman (quality tourism) wisatawan," kata Andhy sebagai penjelasan resmi Kepala Divisi Komunikasi Publik BPOLBF, Sisilia Lenita Jemana.
Menurut Andhy, peran ASPERAPI sangat krusial dalam menghadirkan event
yang tidak hanya berskala besar, tetapi juga relevan, berdampak pada
penguatan ekonomi lokal, serta berkelanjutan dengan tetap menjaga
kelestarian lingkungan dan budaya. "Oleh karena itu, kami mengajak
seluruh peserta Rakernas untuk menjadikan momentum ini sebagai wadah
kolaborasi dalam memperkuat industri pariwisata Indonesia,” ajak Andhy.
Andhy juga turut menyoroti peran strategis Labuan Bajo sebagai salah
satu wajah pariwisata Indonesia di tingkat global, yang tercermin dari
keberhasilan penyelenggaraan berbagai agenda internasional, termasuk KTT
ASEAN 2023.
Selain itu, dari sisi penguatan ekosistem bisnis pariwisata, Labuan
Bajo juga semakin berkembang sebagai pusat pertemuan dan jejaring
industri melalui berbagai agenda seperti Komodo Travel Mart, sehingga
tidak lagi hanya dikenal sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga
sebagai destinasi MICE yang kompetitif.
Kehadiran Golo Mori Convention Center di Labuan Bajo turut membuka
peluang baru dalam penyelenggaraan event berskala nasional maupun
internasional, khususnya dalam mendukung pengembangan sektor MICE di
kawasan timur Indonesia.
Sebagai organisasi industri MICE yang telah berdiri sejak 1990,
ASPERAPI menaungi berbagai pelaku industri MICE, mulai dari exhibition
organizer, convention organizer, venue management, stand contractor,
freight forwarder, hingga berbagai sektor pendukung lainnya yang
berperan dalam memperkuat ekosistem industri secara menyeluruh.
Melalui penyelenggaraan Rakernas ini, ASPERAPI turut mempertegas
perannya sebagai wadah konsolidasi nasional dalam mendorong kolaborasi
lintas sektor, sekaligus merumuskan langkah strategis untuk menjawab
tantangan dan peluang industri MICE ke depan yang semakin dinamis dan
kompetitif.
Mewakili Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kepala Dinas
PUPR NTT, Benyamin Nahak, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi serta
menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam penguatan ekosistem
industri MICE yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
“Kami menyambut baik Rapat Kerja Nasional ASPERAPI tahun 2026 dengan
tema Sinergi, Inovasi, Kolaborasi dan Ekosistem MICE untuk Pariwisata
Indonesia yang berkelanjutan dan kompetitif secara global, yang kami
pandang sangat relevan dalam menjawab tantangan dan peluang sektor
pariwisata ke depan di NTT," kata Bernyamin.
Menurut Benyamin, pengembangan ekosistem MICE bukan hanya tentang
penyelenggaraan event, tetapi juga tentang membangun konektivitas,
menggerakkan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat
daya saing NTT di tingkat nasional dan Indonesia di tingkat global.
"Untuk itu, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh
pemangku kepentingan menjadi kunci utama. Dengan kerja sama, kita
optimis pariwisata Indonesia akan semakin tangguh dan berdaya saing
tinggi," ungkap Benyamin.
Lebih lanjut, Benyamin berharap keberadaan ASPERAPI dapat terus
melahirkan inovasi, memperluas jejaring kolaborasi, serta menghadirkan
event-event kreatif yang mampu menarik minat pasar global, sekaligus
memberdayakan ekonomi lokal.
Benyamin mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT berkomitmen
terus mendorong penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber
daya manusia, serta kemudahan investasi guna menciptakan ekosistem
pariwisata yang kondusif dan berkelanjutan.
Penyelenggaraan Rakernas ASPERAPI Tahun 2026 di Labuan Bajo
diharapkan dapat memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan serta
mendorong lahirnya berbagai inisiatif strategis dalam pengembangan
industri MICE nasional.
Dalam laporannya, Sekretaris Panitia Pelaksana Rakernas ASPERAPI
Tahun 2026, Dicki Triono Yunanto, menyampaikan tema kegiatan sekaligus
menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam memperkuat ekosistem
industri MICE nasional.
“Rapat Kerja Nasional ASPERAPI Tahun 2026 mengangkat tema MICE
Ecosystem Synergy for Sustainable & Global Tourism, dengan subtema
Sinergi, Inovasi, Kolaborasi dan Ekosistem MICE untuk Pariwisata
Indonesia yang Berkelanjutan dan Kompetitif Global," kata Dicki.
Tema ini, lanjut Dicki, menjadi sangat relevan dengan kondisi
industri saat ini, di mana kolaborasi lintas sektoral dan penguatan
ekosistem menjadi tujuan utama dalam mendorong industri yang maju dan
mampu bersaing di tingkat global.
Dicki menyebut, Rakernas tahun ini diikuti 65 peserta, terdiri dari
perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan 10 Badan Pengurus Daerah
(BPD). "Kami berharap kehadiran seluruh peserta tidak hanya sekedar
menghadiri agenda Rakernas, tetapi juga menjadi momentum silaturahmi
untuk membangun sinergi yang lebih kuat antar pelaku industri pameran di
Indonesia,” harap Dicki.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, inovasi, serta penguatan
ekosistem yang terintegrasi, industri MICE Indonesia diharapkan mampu
memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,
peningkatan kualitas pariwisata, serta penguatan posisi Indonesia
sebagai destinasi unggulan di tingkat global. (sp/aln).
Penulis: Redaksi Timex - Ekonomi
Central Board of IECA (ASPERAPI)
Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia
(Indonesia Exhibition Companies Association)
Trade Mart Buildind 2nd Floor
Jakarta International Expo
Kemayoran, Jakarta 10630, Indonesia
+62 (21) 266 45 024
+62 (21) 266 45 037